Profil

Jumat, 10 November 2017

PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) / BAKTERI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN
Oleh :  Susilowati   PPL Kab. Sukabumi Jabar
Bakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman atau plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) adalah  bakteri yang mengkoloni perakaran tanaman dan berperan penting bagi pertumbuhan tanaman.  Bakteri ini biasanya hidup dan berkembang dengan memanfaatkan eksudat yang dikeluarkan oleh perakaran tanaman.  Berikut berbagai peran PGPR  bagi tanaman.
1.      Menghasilkan fitohormon, diantaranya  indole Acetic Acid (IAA), Sitokinin, Giberelin dan senyawa penghambat produksi etilen. Kemampuan PGPR menghasilkan fitohormon membuat tanaman dapat menambah luas permukaan akar-akar halus dan meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah.  Hal ini menyebabkan penyerapan unsur hara dan air dapat dilakukan dengan baik, sehingga kesehatan tanaman juga semakin baik.
2.      Sebagai pupuk hayati, PGPR dapat membuat unsur hara yang ada dalam tanah mudah diserap oleh tanaman melalui proses minealisasi dan transformasi.  PGPR dapat melarutkan fosfat dan meningkatkan kemampuan pengambilan unsur besi (fe 3+) oleh tanaman.
3.      Sebagai biopekteran, yaitu kemampuan untuk mengendalikan penyakit dan hama dengan cara menghasilkan antibiotik dan menginduksi tanaman untuk memproduksi senyawa ketahanan dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan tanaman.
PENGAPLIKASIAN PGPR
Secara umum, aplikasi PGPR dilakukan melalui dua cara yaitu perlakukan awal dengan merendam benih atau bibit dan perlakuan susulan melalui penyiraman suspensi bakteri. Selain dengan cara tersebut diatas pengalikaisan OPGPR juga dapat langsung melalui tajuk tanaman.

KONSENTRASI DAN DOSIS
Konsentrasi untuk perlakuan benih adalah 10 ml per liter air.  Sementara itu, aplikasi susulan melalui penyiraman adalah 5 ml perliter air.
Jumlah (dosis) penyiraman tergantung pada jenis dan umur tanaman.  Untuk tanaman semusim, dosis penyiraman sekitar 250 -500 ml atau 1-2 gelas per tanaman, jumlah penyiraman tergantung pada umur tanaman dan ukurannya  ( jumlah yang disiramkan dapat membasahi sebagian besar perkaran) .

PEMBUATAN PGPR SENDIRI :

Bahan :
  1. 100  gr Akar bambu
  2. 400  gr Gula Pasir
  3. 200 gr Trasi
  4. 1  Kg Dedak
  5. 10 Liter air
  6. Penyedap Rasa secukupnya

Cara Membuat :
  1. Rendam Akar Bambu dalam air matang (dingin)  selama 2- 4 hari
  2. Gula Pasir , Trasi, Dedak , Penyedap rasa direbus memakai air 10 liter selama 20 menit
  3. Setelah  bahan-bahan yang direbus tadi dingin dimasukkan ke dalam jerigen. Masukkan pula akar  bambu yang telah diremdan tadi.
  4. Buka dan kocok-kocok sehari sekali
  5. Setelah 15 hari PGPR Siap Digunakan

Cara Penggunaan PGPR
  1. Saring PGPR
  2. Campurkan PGPR ke dalam air 1 tangki
  3. Semprotkan PGPR tersebut ke lahan yang belum ditanami
  4. Ulangi penyemprotan selama 20 hari sekali

TITONIA TITHONIA DIVERSIFOLIA  (KIPAHIT) SEBAGAI  SUMBER PGPR

Titonia Tithonia diversifolia mudah dijumpai di pinggir jalan dan sampai saat ini dianggap sebagai tanaman gulma alias penganggu. Padahal perakaran tanaman titonia tersebut adalah rumah bagi jutaan cendawan dan bakteri pelarut kalium dan fospat yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Contoh bakteri yang hidup di perakaran titonia berasal dari kelompok Azotobacter sp. dan Azospirillum sp. yang keduanya dapat mengambil nitrogen bebas dari udara.
Titonia yang termasuk keluarga Asteraceae itu merupakan pupuk ajaib alami karena mampu menolong pekebun yang kesulitan membeli pupuk buatan pabrik yang harganya terus membubung. Titonia hadir sebagai subsitusi pupuk tanpa mengurangi produktivitas. Hebatnya lagi bakteri di perakaran titonia juga menghasilkan fitohormon seperti auksin, giberelin, dan sitokinin. Akar tithonia juga terinfeksi cendawan mikoriza yang mampu memperluas zona perakaran. Mikoriza ibarat penambang hara sehingga tanaman efektif menyerap hara.

Daptar Pustaka

Mediantie Soenandar et.al.2013.  Membuat Pestisida Organik. Agromedia. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar