PLANT
GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) / BAKTERI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN
Oleh : Susilowati PPL Kab. Sukabumi Jabar
Bakteri Pemacu
Pertumbuhan Tanaman atau plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR)
adalah bakteri yang mengkoloni perakaran
tanaman dan berperan penting bagi pertumbuhan tanaman. Bakteri ini biasanya hidup dan berkembang
dengan memanfaatkan eksudat yang dikeluarkan oleh perakaran tanaman. Berikut berbagai peran PGPR bagi tanaman.
1.
Menghasilkan fitohormon,
diantaranya indole Acetic Acid (IAA),
Sitokinin, Giberelin dan senyawa penghambat produksi etilen. Kemampuan PGPR
menghasilkan fitohormon membuat tanaman dapat menambah luas permukaan akar-akar
halus dan meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah. Hal ini menyebabkan penyerapan unsur hara dan
air dapat dilakukan dengan baik, sehingga kesehatan tanaman juga semakin baik.
2.
Sebagai pupuk hayati, PGPR dapat membuat
unsur hara yang ada dalam tanah mudah diserap oleh tanaman melalui proses
minealisasi dan transformasi. PGPR dapat
melarutkan fosfat dan meningkatkan kemampuan pengambilan unsur besi (fe 3+)
oleh tanaman.
3.
Sebagai biopekteran, yaitu kemampuan
untuk mengendalikan penyakit dan hama dengan cara menghasilkan antibiotik dan
menginduksi tanaman untuk memproduksi senyawa ketahanan dalam jumlah yang cukup
untuk menjaga kesehatan tanaman.
PENGAPLIKASIAN
PGPR
Secara umum, aplikasi
PGPR dilakukan melalui dua cara yaitu perlakukan awal dengan merendam benih
atau bibit dan perlakuan susulan melalui penyiraman suspensi bakteri. Selain
dengan cara tersebut diatas pengalikaisan OPGPR juga dapat langsung melalui
tajuk tanaman.
KONSENTRASI DAN DOSIS
Konsentrasi untuk perlakuan benih adalah
10 ml per liter air. Sementara itu,
aplikasi susulan melalui penyiraman adalah 5 ml perliter air.
Jumlah (dosis) penyiraman tergantung
pada jenis dan umur tanaman. Untuk
tanaman semusim, dosis penyiraman sekitar 250 -500 ml atau 1-2 gelas per
tanaman, jumlah penyiraman tergantung pada umur tanaman dan ukurannya ( jumlah yang disiramkan dapat membasahi
sebagian besar perkaran) .
PEMBUATAN PGPR SENDIRI :
Bahan :
- 100 gr Akar bambu
- 400 gr Gula Pasir
- 200 gr Trasi
- 1 Kg Dedak
- 10 Liter air
- Penyedap Rasa secukupnya
Cara Membuat :
- Rendam Akar Bambu dalam air matang (dingin) selama 2- 4 hari
- Gula Pasir , Trasi, Dedak , Penyedap rasa direbus memakai air 10 liter selama 20 menit
- Setelah bahan-bahan yang direbus tadi dingin dimasukkan ke dalam jerigen. Masukkan pula akar bambu yang telah diremdan tadi.
- Buka dan kocok-kocok sehari sekali
- Setelah 15 hari PGPR Siap Digunakan
Cara Penggunaan PGPR
- Saring PGPR
- Campurkan PGPR ke dalam air 1 tangki
- Semprotkan PGPR tersebut ke lahan yang belum ditanami
- Ulangi penyemprotan selama 20 hari sekali
TITONIA TITHONIA DIVERSIFOLIA (KIPAHIT) SEBAGAI SUMBER PGPR
Titonia Tithonia
diversifolia mudah dijumpai di pinggir jalan dan sampai saat ini dianggap
sebagai tanaman gulma alias penganggu. Padahal perakaran tanaman titonia
tersebut adalah rumah bagi jutaan cendawan dan bakteri pelarut kalium dan
fospat yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Contoh bakteri yang hidup
di perakaran titonia berasal dari kelompok Azotobacter sp. dan Azospirillum
sp. yang keduanya dapat mengambil nitrogen bebas dari udara.
Titonia yang
termasuk keluarga Asteraceae itu merupakan pupuk ajaib alami karena mampu
menolong pekebun yang kesulitan membeli pupuk buatan pabrik yang harganya terus
membubung. Titonia hadir sebagai subsitusi pupuk tanpa mengurangi
produktivitas. Hebatnya lagi bakteri di perakaran titonia juga menghasilkan
fitohormon seperti auksin, giberelin, dan sitokinin. Akar tithonia juga terinfeksi
cendawan mikoriza yang mampu memperluas zona perakaran. Mikoriza ibarat
penambang hara sehingga tanaman efektif menyerap hara.
Daptar Pustaka
Mediantie
Soenandar et.al.2013. Membuat Pestisida Organik. Agromedia.
Jakarta.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar