Profil

Jumat, 10 November 2017

  PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MELALUI PEMUPUKAN UREA

Oleh : Susilowati PPl kab.Sukabumi Jawa barat



Pada tahun 2015 Pemerintah menetapkan UPSUS Pajale yaitu upaya khusus yang bertujuan meningkatkan produksi  Padi, Jagung dan Kedele nasional. Jagung merupakan salah satu komoditas yang diharapkan adanya peningkatan kualitas dan kuantiatas.  Dengan adanya perhatian pemerintah tersebut diharapkan dapat mendorong  produsen dan petani jagung untuk meningkatkan produksinya baik itu dengan penanaman benih unggul, perbaikan system budidaya, maupun dengan perbaikan infrastruktur yang mendukung produksi jagung tersebut.
Pada kenyataannya hingga saat ini produksi jagung masih sangat rendah,  tidak sebanding dengan permintaan untuk mencukupi konsumsi penduduk, pakan ternak, dan industry yang semakin meningkat sehingga pemerintah masih harus mengimpor jagung untuk menutupi kebutuhan  di dalam negeri.
Pemupukan Nitrogen merupakan salah satu cara dalam perbaikan sistim budidaya. Umumnya lahan yang digunakan terus menerus tanpa melakukan perbaikan atau pemeliharaan akan mengakibatkan penurunan tingkat kesuburan tanah sehingga akan mengakibatkan penurunan produksi. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan cara yaitu salah satunya dengan pemberian pupuk nitrogen. Sampai saat ini pupuk N merupakan unsur utama dalam meningkatkan produksi.
Beberapa alasan penggunaan pupuk N merupakan hal yang penting karena  Setiap 1 ton hasil biji, tanaman jagung menyerap hara N  dalam brangkasan bagian atas tanaman  5,5 – 7,0 kg  dan dalam biji 12,1- 14,5 kg  ,  Pemberian N diupayakan agar tanaman  secara optimal dengan tingkat kehilangan  N serendah mungkinPupuk urea, ZA, phonska,  masih disubsidi  ,   secara bertahap dikurangi dan pada akhirnya ditiadakan, akibatnya harga pupuk  semakin meningkat. Biaya pemupukan meningkat. Pemupukan harus dilakukan  secara integral melalui pemberian pupuk N   dalam jumlah/takaran,  waktu pemberian, dan metode yang tepat, keseimbangan dengan hara lain, pengunaan bahan organik serta adanya pengembalian biomas tanaman (recycle hara) dan pemanfaatan legum untuk menambat N dalam sistem rotasi tanaman.
Koswara (1983) menyatakan bahwa tanaman jagung mengambil N sepanjang hidupnya. Karena nitrogen dalam tanah mudah tercuci maka pemberian secara bertahap sangat dianjurkan.  Nitrogen diserap tanaman jagung selama masa pertumbuhan sampai dengan masa pematangan biji, sehingga tanaman ini menghendaki tersedianya N secara terus menerus pada semua stadia tanaman sampai dengan pematangan biji.

Rekomendasi pemupukan N pada tanaman jagung berdasarkan target hasil        dan  kandungan bahan organik tanah
Target hasil
(ton/ha)

Kandungan Bahan organik (%)
Rendah (<1.5)
Sedang (1.5 – 3)
Tinggi (>3 )
Takaran Pupuk N (kg/ha)
6
60
33
5
7
85
58
30
8
110
83
55
9
135
108
80
10
160
133
105
11
185
158
130
12
210
183
155
13
232
206
180
Sumber : Syafruddin, Balai Penelitian Tanaman Serealia
Setiap kenaikan target hasil sebesar 1 ton/ha dari target hasil minimal  6 ton/ha diperlukan tambahan pupuk N sebanyak 25 kg/ha

Penggunaan BWD (Bagan Warna Daun)
      
     Kecukupan hara N pada tanaman dapat dipantau dengan melihat warna daun, kekurangan N tanaman akan tampak hijau kekuningan sebaliknya apabila kelebihan akan tampak warna hijau tua.
      Tingkat kehijaun daun dapat diukur dengan menggunakan Bagan Warna Daun (BWD) yang mempunyai skala 2 – 5 (warna kuning kehijuan hingga hijau tua)









Perkiraan tambahan pupuk N saat V12 sesuai dengan nilai BW dan target hasil
BWD (Skala)
Target hasil (t/ha)
>10
9-10
8-9
Takaran pupuk N saat V12 (kg/ha)
4,0
170
125
98
4,1
149
104
71
4,2
132
87
54
4,3
113
69
36
4.4
102
57
25
4.5
91
46
13
4.6
77
33
13
4.7
62
17
10
Sumber : Syafruddin, Balai Penelitian Tanaman Serealia
      Rekomendasi ini berupa tambahan pupuk N pada saat V12  atau umur ±45 HST untuk mempertahankan nilai BWD pada skala rata-rata 4,7
      Cara pemberian awal <7 hst sebanyak 50 kg N/ha dan pada saat 30-35 HST (V8-10) sebanyak 75 kg N/ha, kemudian pada saat V12 berdasarkan nilai BWD dan disesuaikan dengan target hasil

DAFTAR PUSTAKA
Efrain Patola .2008.  Analisis Pengaruh Dosis Pupuk Urea Dan Jarak Tanam Terhadap Produktivitas Jagung Hibrida P-21 (Zea mays L.). Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 7, No. 1, 2008 (51 - 65).
Koswara. J., 1983. Jagung. Jurusan Agronomi. Fak. Pertanian IPB, Bogor. 50 hal.

Syafruddin.2015. Managemen  Efisiensi Pemupukan Nitrogen Pada Tanaman Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar