PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MELALUI PEMUPUKAN UREA
Oleh : Susilowati PPl kab.Sukabumi Jawa barat
Pada tahun 2015 Pemerintah menetapkan
UPSUS Pajale yaitu upaya khusus yang bertujuan meningkatkan produksi Padi, Jagung dan Kedele nasional. Jagung
merupakan salah satu komoditas yang diharapkan adanya peningkatan kualitas dan
kuantiatas. Dengan adanya perhatian
pemerintah tersebut diharapkan dapat mendorong
produsen dan petani jagung untuk meningkatkan produksinya baik itu
dengan penanaman benih unggul, perbaikan system budidaya, maupun dengan perbaikan
infrastruktur yang mendukung produksi jagung tersebut.
Pada kenyataannya hingga saat ini
produksi jagung masih sangat rendah,
tidak sebanding dengan permintaan untuk mencukupi konsumsi penduduk,
pakan ternak, dan industry yang semakin meningkat sehingga pemerintah masih
harus mengimpor jagung untuk menutupi kebutuhan
di dalam negeri.
Pemupukan Nitrogen merupakan
salah satu cara dalam perbaikan sistim budidaya. Umumnya lahan yang digunakan
terus menerus tanpa melakukan perbaikan atau pemeliharaan akan mengakibatkan
penurunan tingkat kesuburan tanah sehingga akan mengakibatkan penurunan
produksi. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan cara yaitu salah satunya
dengan pemberian pupuk nitrogen. Sampai saat ini pupuk N merupakan unsur utama
dalam meningkatkan produksi.
Beberapa alasan penggunaan pupuk N merupakan hal
yang penting karena Setiap 1 ton hasil biji, tanaman jagung menyerap hara N dalam brangkasan bagian atas tanaman 5,5 – 7,0 kg
dan dalam biji 12,1- 14,5 kg , Pemberian N diupayakan agar tanaman secara optimal dengan tingkat kehilangan N serendah mungkin, Pupuk urea, ZA, phonska, masih disubsidi ,
secara bertahap dikurangi dan pada akhirnya ditiadakan, akibatnya harga
pupuk semakin meningkat. Biaya pemupukan
meningkat. Pemupukan harus dilakukan secara
integral melalui pemberian pupuk N
dalam jumlah/takaran, waktu
pemberian, dan metode yang tepat, keseimbangan dengan hara lain, pengunaan
bahan organik serta adanya pengembalian biomas tanaman (recycle hara) dan
pemanfaatan legum untuk menambat N dalam sistem rotasi tanaman.
Koswara (1983) menyatakan bahwa tanaman jagung
mengambil N sepanjang hidupnya. Karena nitrogen dalam tanah mudah tercuci maka
pemberian secara bertahap sangat dianjurkan.
Nitrogen diserap tanaman jagung selama masa pertumbuhan sampai dengan
masa pematangan biji, sehingga tanaman ini menghendaki tersedianya N secara
terus menerus pada semua stadia tanaman sampai dengan pematangan biji.
Rekomendasi pemupukan N pada tanaman jagung berdasarkan
target hasil dan kandungan bahan organik tanah
|
Target
hasil
(ton/ha)
|
Kandungan
Bahan organik (%)
|
|||
|
Rendah (<1.5)
|
Sedang (1.5 – 3)
|
Tinggi (>3 )
|
||
|
Takaran Pupuk N (kg/ha)
|
||||
|
6
|
60
|
33
|
5
|
|
|
7
|
85
|
58
|
30
|
|
|
8
|
110
|
83
|
55
|
|
|
9
|
135
|
108
|
80
|
|
|
10
|
160
|
133
|
105
|
|
|
11
|
185
|
158
|
130
|
|
|
12
|
210
|
183
|
155
|
|
|
13
|
232
|
206
|
180
|
|
Sumber : Syafruddin, Balai Penelitian Tanaman
Serealia
Setiap kenaikan target hasil
sebesar 1 ton/ha dari target hasil
minimal 6 ton/ha diperlukan tambahan pupuk N sebanyak 25 kg/ha
Penggunaan BWD (Bagan Warna Daun)
•
Kecukupan
hara N pada tanaman dapat dipantau dengan melihat warna daun, kekurangan N
tanaman akan tampak hijau kekuningan sebaliknya apabila kelebihan akan tampak
warna hijau tua.
•
Tingkat
kehijaun daun dapat diukur dengan menggunakan Bagan Warna Daun (BWD) yang
mempunyai skala 2 – 5 (warna kuning kehijuan hingga hijau tua)
Perkiraan
tambahan pupuk N saat V12 sesuai dengan nilai BW dan target hasil
|
BWD (Skala)
|
Target hasil (t/ha)
|
|||
|
>10
|
9-10
|
8-9
|
||
|
Takaran pupuk N saat V12
(kg/ha)
|
||||
|
4,0
|
170
|
125
|
98
|
|
|
4,1
|
149
|
104
|
71
|
|
|
4,2
|
132
|
87
|
54
|
|
|
4,3
|
113
|
69
|
36
|
|
|
4.4
|
102
|
57
|
25
|
|
|
4.5
|
91
|
46
|
13
|
|
|
4.6
|
77
|
33
|
13
|
|
|
4.7
|
62
|
17
|
10
|
|
Sumber : Syafruddin, Balai Penelitian Tanaman
Serealia
•
Rekomendasi
ini berupa tambahan pupuk N pada saat V12
atau umur ±45 HST untuk mempertahankan nilai BWD pada skala rata-rata
4,7
•
Cara
pemberian awal <7 hst sebanyak 50 kg N/ha dan pada saat 30-35 HST (V8-10)
sebanyak 75 kg N/ha, kemudian pada saat V12 berdasarkan nilai BWD dan
disesuaikan dengan target hasil
DAFTAR
PUSTAKA
Efrain
Patola .2008. Analisis Pengaruh Dosis
Pupuk Urea Dan Jarak Tanam Terhadap Produktivitas Jagung Hibrida P-21 (Zea mays
L.). Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 7, No. 1, 2008 (51 - 65).
Koswara.
J., 1983. Jagung. Jurusan Agronomi.
Fak. Pertanian IPB, Bogor. 50 hal.
Syafruddin.2015. Managemen Efisiensi Pemupukan
Nitrogen
Pada Tanaman Jagung. Balai Penelitian Tanaman
Serealia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar