DAUN SIRSAK SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI
Oleh :
Susilowati PPL Kab. Sukabumi Jabar
Pendahuluan
Penggunaan bahan tumbuhan sebagai sumber sarana pengendali hama bukanlah
merupakan hal baru. Berdasarkan catatan
tertulis yang ada, para petani pada zaman romawi kuno telah menggunakan bahan
tumbuhan, seperti minyak zaitun (Olea Sp), cairan perasan daun tembakau
(Nicotiana Tabacum) telah digunakan sebagai insektisida sejak tahun
1960, bunga piretrum (Chrysanthemum cinerariafolium), akar tuba (Derris
elliptica) yang banyak digunakan di Malaya.
Pestisida nabati berasal dari sumber – sumber tanaman dan bukan merupakan
insektida sintetik atau buatan manusia (Splittsctaesser, 1970). Pestisida nabati ini merupakan produk alam
yang mempunyai produk metabolit sekunder.
Senyawa bioaktif itu apabila
diaplikasikan ke tanaman akan memberikan pengaruh pada organisme pengganggu
tanaman. Salah satu tanaman yang dapat
digunakan sebagai pestisida nabati adalah Daun Sirsak.
1.
Daun sirsak
a. Morfologi
Daun berbau agak keras, rasa agak kelat, merupakan
daun tunggal, berwarna kehijauan sampai hijau kecokelatan dan helaian daun
sperti kulit. Bentuknya bundarpanjang,
lanset atu bulat telur terbalik dengan permukaan licin agak mengkilat. Tulang daun menyirip dengan ibu tuylang daun
menonjol pada permukaan bawah (departemen Kesehatan RI, 1989)
b. Kandungan
senyawa
Tumbuhan dari famili ini mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang
mempunyai aktifitas sebagai anti tumor, anti mikroba, anti malaria dan
pestisida (Djoko Prijono dan Hermanu Triwidodo, 1993). Daun, kulit kayu dan akar Annona muricata
telah diteliti kandungan alkaloidnya, terdiri dari retikulin (alkaloid utama),
koklaurin, koreksimin, anomurin, astrosperminin dan anomurisin (Labouf et al,
1981 dalam Ani Anggraeni, 1990).
Berdasarkan penelitian terakhir, diketahui senyawa bioaktif yang memiliki
efek sebagai insektisida dan anti makan dari famili Annoceae adalah asetoginin
tetrahydrofuronoid. Asetoginin baru yang
diberi nama asimin telah dapat diisolasi sebagai senyawa yang bermanfaat dan
telah dipetenkan (Mikolajczak et al, 1988). Murikatasin merupakan senyawa asetogenin
terakhir yang dilaporkan.
Menurut dirokterat jendral Bina Perlindungan Tanaman Perkebunan (1994)
Famili Annonaceae mengandung alkaloid, karbohidrat, lemak asam amino, protein,
poliferol, minyak atsiri, terpen dan senyawa-senyawa aromatik seperti tumbuhan
apada umumnya. Senyawa-senyawa yang
bersifat bioaktif dari kelompok tumbuhan Annonaceae dikenal dengan nama
acetogenin . Tanaman sirsak telah
berhassil di isiolasi beberapa senyawa acetogenin antara lain asimin, bulatacin
dan squamosin.
Menurut Roekmiati K. Tjokronegoro (1987) melalui isolasi dengan cara
ekstraksi , sedikitnya ada dua isolat akhir dari daun Annona muricata
Linn, satu isolat (AML-1) didapat sebagai zat murni dari nalisis spektrometri
massa (MS) dan
spektrometri
masa resolusi tinggi (High Resolution Mas Spetromtry) menunjukkan bahwa
rumus molekulnya adalah C35H64O4.
Analisis lain hanya memberikan petunjuk bahwa senyawa itu mengandung
suatu rantai alifitik panjang dengan dua gugus efaksi dan satu gugus
karboksilat atau ester. Struktur yang
jelas belum dapat ditentukan tetapi dari penelusuran pustaka dapat diambil
kesimpulan sementara bahwa senyawa ini merupakan suatu senyawa kimia baru. Penelusuran berdasarkan keaktifan
insektisidal juga menyimpulkan bahwa senyawa ini adalah suatu insektisidal
baru. Pada saat ini penemuan baru ini
sedang dalam proess dipetenkan di jepang.
Pada konsentrasi tinggi , senyawa-senyawa acetogenin
dari tanaman sirsak akan bersifat anti fedant(anti makan) bagi serangga,
sehingga menyebabkan serangga tidak mau makan.
Pada konsentrasi rendah bersifat sebagai racun perut dan dapat
menyebabkan kematian. Senyawa-senywaa
acetogenin ini bersifat toksik yang menyaebabkan kematian sel. Bullatecin misalnya diketahui menghambat
kerja enzim NaDH-ubiquinore (Direktorat Jendral Bina Perlindungan Tanaman
Perkebunan, 1994).
Cara Pembuatan insektisida nabati :
- Masing-masing bahan ditimbang sebanyak 30 g
- Kemudian dicuci sampai bersih setelah itu
diangin-anginkan
- Masing-masing bahan dipotong-potong dan diblender
atau ditumbuk, kemudian air sedikit demi sedikit dituangkan sampai 1000 ml
- Diamkan selama 24 jam
- Bahan-bahan yang telah didiamkan selama 24 jam
disaring dengan kain
- Sebelum dipergunakan diberikan deterjen 5 ml

Tidak ada komentar:
Posting Komentar