Profil

Minggu, 07 Februari 2021

Yuk bikin Permen Bola-bola salak, Jelly Drink Salak, Sari Buah Salak dan Manisan Salak

 

PENGOLAHAN PANGAN BERBASIS BUAH SALAK

Permen Bola-bola salak, Jelly Drink Salak, Sari Buah Salak dan Manisan Salak

 Oleh : Susilowati

 


 


Latar Belakang

Buah salak merupakan buah yang sangat melimpah di Indonesia. Buah ini tidak mengenak musim sehingga sangat mudah dijumpai kapanpun dengan harga yang sangat terjangkau. Ketika musim salak adakalanya pasokan buah salak sangat melimpah, Stok menumpuk dan adakalanya bahkan sampai terbuang percuma. Buah salak sangat mudah sekali rusak, sehingga diperlukan alternatif pengolahan buah salak sehingga dapat memberikan nilai tambah.  Seperti halnya buah tropis lainnya salak dapat diolah menjadi aneka olahan seperti manisan, sari buah, dodol , selai permen hingga jelly.  Berikut cara pengolahan buah salak yang sederhana dapat dilakukan dengan skala rumah tangga.

1.        Permen Bola-Bola Salak

Bahan

Ø 1 Kg Salak yang telah  Matang

Ø 400 gr Gula pasir untuk dikaramelkan

Ø 700 gr Gula pasir putih

Ø 500 ml air

Ø 600 ml Susu

Ø 20 gr agar-agar bubuk

 

Alat

Ø Blender

Ø Wajan

Cara Pembuatan

Ø  Irisan salak  diblender dengan ditambahkan air

Ø  Gula pasir dikaramelkan agar medapatkan warna permen yang menarik

Ø  Masukkan bubur buah ke dalam wajan ( Ampas /irisan salak sisa dari sari buah masih bisa digunakan), Gula yang sudah dikaramelkan, Susu , Gula pasir dan agar-agar yang sudah dicairkan dulu dengan air mineral.

Ø  Aduk hingga mengkilapdan tidak lengket selama kurang lebih 1 jam

Ø  Setelah itu dicetak dalam cetakan permen atau dibentuk bulat-bulat dan dilumuri gula pasir

 

2.        Sari Buah Salak

Bahan

Ø 4 Kg Salak yang telah  Matang tingkat kematangan 80% , jika terlalu tua maka sari buah yang dihasilkan keruh

Ø 100 gr Gula pasir untuk dikaramelkan

Ø 125 gr Gula pasir putih

Ø 1 Liter air

Ø Asam sitrat 2 gr /Liter

Alat

Ø Pisau, Panci  dan Kain penyaring

Cara Pembuatan

Ø  Buah salak dikupas tanpa membuang kulit arinya, dicuci bersih dan dibuang bijinya

Ø  Iris tipis daging buah salak

Ø  Rebus selama kurang lebih 15 menit dengan perbandingan air : Buah = 4 : 1

Ø  Kemudian saring menggunakan kain saring hingga diperoleh sari buah murni.

Ø  Tambahkan Gula pasir (15%) separuh gula dikaramel untuk mendapatkan warna yang menarik, asam sitrat 2 gram per liter campuran.

Ø  Panaskan kembali kurang lebih 5 menit ( tidak sampai mendidih)

Ø  Sari buah siap dikemas menggunakan cup sealer

 

3.        Jelly Drink Salak

Jelly adalah produk yang terbuat dari sari buah dan masak dengan gula, yang berwarna cjernih, transfaran dan cukup kukuh mempetahankan bentuknya apabila dikeluarkan dari wadah

Bahan

Ø 1 Kg Salak yang telah  Matang tingkat kematangan 85% , 100 gr Gula pasir untuk dikaramelkan

Ø 320 gr Gula pasir putih

Ø 2 Liter air

Ø Asam sitrat 2 gr /Liter

Ø Karagenan 7 gr

Alat

Ø Pisau, Panci  dan Kain penyaring

Cara Pembuatan

Ø  Buah salak dikupas tanpa membuang kulit arinya, dicuci bersih dan dibuang bijinya

Ø  Irisan salak  diblender dengan ditambahkan air mendidih kemudian saring

Ø  Tambahkan Gula pasir ,asam sitrat 2 gram per liter campuran.

Ø  Larutkan karagenan dalam segelas air hingga larut dan masukkan ke dalam campuran sari buah salak

Ø  Panaskan kembali  hingga mendidih  sambil diaduk rata

Ø  Angkat dan kemas dalam gelas kemasan dalam keadaan panas agar tidak mengental

 

4.        Manisan Salak

Prinsip proses pembuatan manisan adalahperesapan gula sampai kadar guka dalam jaringansesuai dengan yang diinginkan, Peresapan gula bertujuan sekaligus mencegah penumbuhan bakteri

Bahan

Ø 1 Kg Salak dengan  tingkat kematangan 60% ,

Ø Satu sendok the air kapur sirih

Ø 2 Liter air

Ø 3 sendok makan garam

Ø 1.5 gr Natrium benzoat

Ø I Kg Gula pasir

 

Alat

Ø Pisau dan Panci

Cara Pembuatan

Ø  Buah salak dikupas tanpa membuang kulit arinya, dicuci bersih dan dibuang bijinya

Ø  Iris daging buah salak ( diusahakan bentuk irisan menarik)

Ø  Rendam irisan buah salak dalam kapur sirih, garam dan natrium benzoat , Perendaman dilakukan selama 4 jam

Ø  Setelah itu irisan buah salak dicuci bersih dan ditiriskan

Ø  Perendaman dalam larutan gula , lartutan gula direbus sampai 9000C

Perendaman dilakukan selama selmaa 4 hari dalam sirup dengan kjadar gula 55%

 

Sabtu, 30 Mei 2020

Sukses Bertanam Timun (Cucumis satifus)



Oleh : Susilowati ,SP.,MP


Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.); suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi. 

SYARAT PERTUMBUHAN

Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari, temperatur (21,1 - 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 - 1.200 mdpl.

Tanah gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah meresapkan air, pH tanah

TEKNIS BUDIDAYA

  • Siapkan tanah halus yang telah dicampur pupuk kandang dan masukkan polybag.
  • Rendam benih menggunakan Regent red sekitar ±15 menit.
  • Peram selama 12 jam. Setiap benih yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1 cm.
  • Polybag dinaungi plastik bening dan bibit disiram dua kali sehari.
  • Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4 helai, bibit dipindahkan ke kebun.
  • Bersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan.
  • Kemudian tanah di olah baik menggunakan bajak atau cangkul,
  • Berikan kalsit/dolomit (pH tanah <6>)
  • Tanah yang sudah diolah tadi dibuat guludan dengan tinggi 50 cm, lebar 120 cm, jarak antar guludan 40 cm. Pemakaian mulsa plastik disarankan untuk mendapat hasil yang lebih baik.

  • Siram bibit dalam polibag dengan air
  • Keluarkan bibit bersama medianya dari polibag.
  • Tanamkan bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar batang.-
  • Tanaman yang rusak atau mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
  • Bersihkan gulma (bisa bersama waktu pemupukan).
  • Pasang ajir pada 5 hst ( hari setelah tanam ) untuk merambatkan tanaman.
  •  Daun yang terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
  • Pengairan dan Penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara di siram atau menggenangi lahan selama 15-30 menit. -Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.



Pupuk dasar diberikan 4 - 7 hari sebelum tanam, yaitu SP - 36 20 g/tan. Dan ZK plus 10 g/ tanaman.

Waktu Pemupukan
Jenis dan Dosis Pupuk
Aplikasi Pemupukan

Dasar
Pupuk Kandang
10 Ton / ha 

TSP 200 Kg /Ha
Za 100 Kg / Ha
Kcl 100 Kg /Ha
Ditaburkan pada bedegan


Ditaburkan atau digarit 7-10 cm dari lubang tanam
Susulan 1
12 HST, 15 HST, 18 HST, 22 HST , 25 HST
Za 10 gr
Kcl 10 gr
Sp36 10 gr
Kno3 25 gr
Pupuk dilartkan dalam 10 liter air
Dicorkan sebanyak 200 ml atau satu gelas aqua per pohon
Diberikan 5-6 kali

26 HST
Urea  20 gr
KCl   20 gr
NPK 20 gr
Sp36 20 gr
Pupuk dilartkan dalam 10 liter air
Dicorkan sebanyak 200 ml atau satu gelas aqua per pohon
Diberikan 5-6 kali




1. Hama

Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Pengendalian Semprot dengan Fastac dengan kosentrasi : 2 ml/l air

Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar.pengendalian dengan Ripcord kosentrasi 2ml/l air.

Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang mentimun muda untuk bertelur, Gejala: memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk. Pengendalian : Natural METILAT atau dengan perangkap petrogenol.

Kutu berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam. Gejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini juga penyebar virus. Pengendalian : semprot dengan Rampage Kosentarasi 0,5 ml/l air.

Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun pada kelembaban udara tinggi, temperatur 16 - 22°C dan berembun atau berkabut. Gejala : daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk. Pengendalian : semprot dengan Acrobat atau Cabrio Top.

Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelemaban tinggi. Gejala : permukaan daun dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering. Pengendalian : semprot dengan Acrobat atau Cabrio Top.
.
Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala: bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian : Semprot dengan Fungisida berbahan aktif Mancozeb atau simoksanil.

Penyebab : cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan. Gejala : daun berbercak kecil kuning dan bersudut; pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang. Pengendalian : Semprot dengan Fungisida berbahan aktif Mancozeb atau simoksanil.

e. Virus
Penyebab : Cucumber Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic, PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov. Gejala : daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil. Pengendalian: dengan mengendalikan serangga vektor dengan Insektisida/akarisida Rampage, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.

Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus. Pengendalian : Fungisida Cabriotop atau Antracol.

Penyebab : cendawan (1) Phytium aphinadermatum (Edson) Fizt.; (2) Phytopthora sp., Fusarium sp.; (3) Rhizophus sp., (4) Erwinia carotovora pv. Carotovora. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan. Gejala : (1) Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah; (2) Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut; (3) Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah; (4) Erwinia carotovora: buah membusuk, hancur dan berbau busuk. Pengendalian: dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 - 7 derajat C. Pengendalian dengan menggunakan Fungisida Acrobat,Daconil atau fungisida lain yang sudah direkomendasi.

7. Panen
a. Ciri  Panen

Mentimun mulai berbumga pada umur 20 HST dan berbuah pada umur 40 hari. Panen pertama biasanya dilakukan pada umur 75 HST . Pemanenan dilakukan secara bertahap selama 1- 1.5 bulan.   
Buah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acar umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam, mentimun hibrida dipanen 42 hari setelah tanam Mentimun Suri dipanen setelah matang.

Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.

Mentimun sayur dipanen 5 - 10 hari sekali tergantung dari varitas dan ukuran/umur buah yang dikehendaki.