|
Oleh : Susilowati ,SP.,MP
|
|
|
Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.); suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan
yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika
belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya.
Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki
kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan.
Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta
banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
SYARAT PERTUMBUHAN
Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun
pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari,
temperatur (21,1 - 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 -
1.200 mdpl.
Tanah gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah
meresapkan air, pH tanah
TEKNIS BUDIDAYA
- Siapkan tanah halus yang telah
dicampur pupuk kandang dan masukkan polybag.
- Rendam benih menggunakan Regent
red sekitar ±15 menit.
- Peram selama 12 jam. Setiap
benih yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1 cm.
- Polybag dinaungi plastik bening
dan bibit disiram dua kali sehari.
- Setelah berumur 12 hari atau
berdaun 3-4 helai, bibit dipindahkan ke kebun.
- Bersihkan lahan dari gulma,
rumput, pohon yang tidak diperlukan.
- Kemudian tanah di olah baik
menggunakan bajak atau cangkul,
- Berikan kalsit/dolomit (pH
tanah <6>)
- Tanah yang sudah diolah tadi dibuat guludan dengan tinggi 50 cm, lebar 120 cm, jarak antar guludan 40 cm. Pemakaian mulsa plastik disarankan untuk mendapat hasil yang lebih baik.
- Siram bibit dalam polibag
dengan air
- Keluarkan bibit bersama
medianya dari polibag.
- Tanamkan bibit di lubang tanam
dan padatkan tanah di sekitar batang.-
- Tanaman yang rusak atau mati
dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
- Bersihkan gulma (bisa bersama
waktu pemupukan).
- Pasang ajir pada 5 hst ( hari
setelah tanam ) untuk merambatkan tanaman.
- Daun yang terlalu lebat
dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
- Pengairan dan Penyiraman rutin
dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara di siram atau menggenangi
lahan selama 15-30 menit. -Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika
diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.
Pupuk dasar diberikan 4 - 7 hari sebelum tanam, yaitu SP -
36 20 g/tan. Dan ZK plus 10 g/ tanaman.
|
Waktu Pemupukan
|
Jenis dan Dosis Pupuk
|
Aplikasi Pemupukan
|
|
Dasar
|
Pupuk Kandang
10 Ton / ha
TSP 200 Kg /Ha
Za 100 Kg / Ha
Kcl 100 Kg /Ha
|
Ditaburkan pada bedegan
Ditaburkan atau digarit 7-10 cm
dari lubang tanam
|
|
Susulan 1
12 HST, 15 HST, 18 HST, 22 HST ,
25 HST
|
Za 10 gr
Kcl 10 gr
Sp36 10 gr
Kno3 25 gr
|
Pupuk dilartkan dalam 10 liter air
Dicorkan sebanyak 200 ml atau satu
gelas aqua per pohon
Diberikan 5-6 kali
|
|
26 HST
|
Urea 20 gr
KCl 20 gr
NPK 20 gr
Sp36 20 gr
|
Pupuk dilartkan dalam 10 liter air
Dicorkan sebanyak 200 ml atau satu
gelas aqua per pohon
Diberikan 5-6 kali
|
Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos.
Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan
berat, daun tinggal tulangnya. Pengendalian Semprot dengan Fastac dengan
kosentrasi : 2 ml/l air
Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang
masih muda. Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar.pengendalian
dengan Ripcord kosentrasi 2ml/l air.
Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang mentimun muda
untuk bertelur, Gejala: memakan daging buah sehingga buah abnormal dan
membusuk. Pengendalian : Natural METILAT atau dengan perangkap petrogenol.
Kutu berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan
atau hijau gelap sampai hitam. Gejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun
keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini juga penyebar virus. Pengendalian
: semprot dengan Rampage Kosentarasi 0,5 ml/l air.
Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt.
Menginfeksi kulit daun pada kelembaban udara tinggi, temperatur 16 - 22°C dan
berembun atau berkabut. Gejala : daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun
akan menjadi coklat dan busuk. Pengendalian : semprot dengan Acrobat atau
Cabrio Top.
Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah
kering di musim kemarau dengan kelemaban tinggi. Gejala : permukaan daun dan
batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan
mengering. Pengendalian : semprot dengan Acrobat atau Cabrio Top.
.
Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala:
bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut
dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan
buah. Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah
jambu. Pengendalian : Semprot dengan Fungisida berbahan aktif Mancozeb atau
simoksanil.
Penyebab : cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada
saat musim hujan. Gejala : daun berbercak kecil kuning dan bersudut; pada
serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu,
mengering dan berlubang. Pengendalian : Semprot dengan Fungisida berbahan aktif
Mancozeb atau simoksanil.
Penyebab : Cucumber Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic,
PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor
adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov. Gejala : daun
menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung,
tanaman kerdil. Pengendalian: dengan mengendalikan serangga vektor dengan Insektisida/akarisida
Rampage, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan
famili bukan Cucurbitaceae.
Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth.
Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan
cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua,
terbentuk kudis yang bergabus. Pengendalian : Fungisida Cabriotop atau
Antracol.
Penyebab : cendawan (1) Phytium aphinadermatum (Edson)
Fizt.; (2) Phytopthora sp., Fusarium sp.; (3) Rhizophus sp., (4) Erwinia
carotovora pv. Carotovora. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan.
Gejala : (1) Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah
pecah; (2) Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna
coklat dan berkerut; (3) Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak
ditumbuhi jamur, buah mudah pecah; (4) Erwinia carotovora: buah membusuk,
hancur dan berbau busuk. Pengendalian: dengan menghindari luka mekanis,
penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan
suhu antara 5 - 7 derajat C. Pengendalian dengan menggunakan Fungisida
Acrobat,Daconil atau fungisida lain yang sudah direkomendasi.
a. Ciri Panen
Mentimun mulai berbumga pada umur 20 HST dan berbuah pada umur 40 hari. Panen pertama biasanya dilakukan pada umur 75 HST . Pemanenan dilakukan secara bertahap selama 1- 1.5 bulan.
Buah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acar
umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam, mentimun hibrida dipanen 42 hari
setelah tanam Mentimun Suri dipanen setelah matang.
b. Cara Panen
Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara
memotong tangkai buah dengan pisau tajam.
Mentimun sayur dipanen 5 - 10 hari sekali tergantung dari
varitas dan ukuran/umur buah yang dikehendaki.



a.