Profil

Kamis, 23 Mei 2019


MIMILIH VARIETAS BAWANG PUTIH  SESUAI DENGAN KETINGGIAN TEMPAT
Oleh : Susilowati,SP.MP
Penyuluh Pertanian Madya Kabupaten Sukabumi

Pendahuluan
        Menanam Bawang putih memiliki persyaratan yang harus dipenuhi agar pertumbuhan tidak terhambat dan mengalami kegagalan dalam proses produksi. Persyaratan yang utama adalah pemilihan lokasi yang tepat sesuai dengan persyaratan tumbuh bawang putih. Seperti memiliki tanah yang subur dengan lapisan top soil yang cukup, ketersediaan air yang cukup dan memiliki draenase yang baik. Disamping itu pemilihan varietas bawang putih harus disesuaikan dengan kondisi lahan yang akan kita tanam apakah ada ditaran tinggi  atau di dataran rendah.   Pemilihan benih yang salah tentu saja akan mengalami kegagalan dalam berproduksi.
Berdasarkan Iklim yang dibutuhkan tanaman untuk dapat tumbuh dengan baik bawang putih dikelompokkan menjadi dua varietas yaitu :
v  Varietas –varietas yang dapat tumbuh di daerah dataran tinggi dengan iklim sub tropis
v  Varietas –varietas yang mampu beradaptasi atau mampu tumbuh didaerah dataran rendah

Varietas –Varietas Bawang Putih Yang Mampu Beradaptasi Di Indonesia
Di Indonesia sendiri bawang putih dapat tumbuh dan menghasilkan umbi , berikut beberapa varietas bawang putih yang dapat tumbuh sesuai dengan ketinggian tempat yang diinginkannya :

I.   Varietas –varietas yang dapat tumbuh di daerah dataran tinggi

1.     Varietas Unggul Lumbu Hijau
Lumbu hijau dapat tumbuh pada ketinggian 900 s/d 1100 meter dari permukaan laut, merupakan jenis dari bawang putih yang unggul, diduga berasal dari malang Jawa timur. Tinggi tanamannya bisa mencapai 63-75 cm. Sedangkan diameter batang semunya berukuran dari 1.0 -1.2 cm. Varietas lumbu hijau ini tidak dapat berbunga.
Umbinya memiliki banyak siung 6 – 31 buah dengan rata-rata 15 buah berbentuk bulat seperti telur dengan ujungnya meruncing dn dasarnya rata.
Panjang siungnya dapat mencapai hingga 2.1 cm dan diameternya sekitar 1,1 – 1.2 cm. Umbi saling bertumpukan dengan ukuran yang bervariasi. Aroma sangat tajamdan kuat.
Apabila tumbuh ditanah yang subur dan gembur umbi lumbu hijau seringkali pecah.
Umur tanaman 112 – 120 hari tetapi apabila tanahnya subur adan pemeliharaan yang bagus  bawang putih lumbu hijau ini dapat dipanen lebih cepat sekitar 95 – 125 hari.  Dengan rata- rata produksi 8 – 10 Ton  umbi kering per ha.
Lumbu Hijau ini tidak tahan terhadap jamur Alternaria sp

2.    Varietas Unggul Lumbu Kuning
Lumbu Kuning juga berasal dari malang Jawa Timur. Dapat tumbuh baik pada ketinggian 600 – 900 m dpl.
Lumbu kuning mempunyai ukuran tanaman, umbi dan siung yang lebih kecil dari Lumbu Hijau. Tinggi tanamannya mencapai 57-59 cm dengan diameter batang semunya 0.9 s/d 1.1 cm. Tiap umbinya memiliki 14 – 17 buah siung. Panjang siungnya 2.0 -2.1 cm. lebarnya 1.04 – 1.10 cm.
Umur tanaman lumbu kuning 85 – 100 hari dan paling lama 105 – 116 hari. Dengan umurya yang relatif pendek lumbu kuning dapat ditanam dua kali dalam jangka waktu setahun.
Produksi panen sekitar 6-8 ton umbi kering per hektar.
Lumbu kuning ini juga peka terhadap jamur Alternaria sp
3.    Varietas Kateng ( Cina)
Varietas ini berasal dari  Cina , dapat tumbuh di tinggian sampai dengan 1.100 mdpl. Produktivitasnya rendah sekitar 1.4 ton umbi kering per ha dengan masa panen cukup panjang sekitar 6 bulan.
4.    Varietas Tawangmangu Baru
Varietas Tawamangu baru berasal dari Tawangmangu, Karanganyar. Bawang putih jenis ini  baik ditanam pada tanah berstruktur remah dengan ketinggian tempat minimal 1.000 meter di atas permukaan laut
Tinggi tanaman 60-80 cm, diameter batang semu 0,8-1,2 cm, Bentuk daun pipih, warna daun hijau kebiru-biruan . Bentuk umbi bulat telur, ujung meruncing dan dasar tidak rata. Warna umbi putih, jumlah umbi persiung 12-16 buah, Aroma kuat. Umur panen 120-140 hst. Potensi hasil 8-12 ton umbi kering/ha
agak tahan terhadap Altenaria sp., peka terhadap Thrips, Nematoda, dan Pyrenospora

II. Varietas –varietas yang mampu beradaptasi atau mampu tumbuh didaerah dataran rendah

1.     Varietas unggul Lumbu Putih (Suren)
Varietas Lumbu Putih dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 6 -200 mdpl. Lumbu putih ini banyak dikembangkan oleh petani di Jogyakarta. Dan termasuk jenis varietas unggul untuk dataran rendah. Kehebatan dari lumbu putih ini memiliki umbi putih sekitar 7 gr, berdiameter 3,5 -6.0 cm, panjang lumbu putih sekitar 2,6-4.0 cm dan siung 15-20 siung perumbinya. Lumbu putih memiliki karateristik umbi berwarna putih sesuai dengan namanya dan garis-garis ungu yang tidak merata diujungnya.  Dan warna siungnya agak putih krem.
Varietas Lumbu putih ini memiliki daun tegak dan sempit yaitu kurang dari 1 cm dan  berwarna keabuan. Produktivitasnya mencapai 4-7 ton / ha. Serta umur panennya sekitar 100 – 110 perhari. Jika dipanen pada musim panas maka dapat dipanen pada umur 85 hari.

2.    Varietas Ilocos
     Bawang putih Varietas Ilocos berasal dari Filipina dan juga termasuk jenis bawang putih daerah dataran rendah. Di Indonesia sendiri pernah di coba ditanam dan setah dua tahun hasil umbinya menjadi semakin membesar. Ilocos mempunyai karakter fisik seperti bawang putih lumbu kuning.

3.    Varietas lokal Jatibarang
Varietas lokal jatibarang ini banyak dikembangkan didaerah brebes Jawa Tengah. Warna dari varietas lokal ini adalah kekuningan dengan kulit luar berwarna putih.  Ukuran umbinya cukup kecil yaitu dengan diameter 3,5 cm. Berat mencapai 10 -13 gr per umbi. Produksi rata-rata dari varietas ini adalah 3 – 3,5 ton per ha.

4.    Varietas Lumbu Kayu
Bawang putih varietas ini memiliki siung dengan ukuran yang sedang, berdaun kaku dan berwarna hijau tua dan tahan terhadap berbagai penyakit. Lumbu Kayu dapat dipanen pada umur 100 hari dan  memiliki produksi  yang sedang.

5.    Varietas lokal Sanur ( Bali)
Varietas ini mempunyai daya adaptasi yang tinggi terutama di dataran rendah, varietas ini banyak dikembangkan di Denpasar Bali. Umbinya besar berdiameter sekitar 3.5 – 4 cm, beratnya 10 – 13 g / umbi dengan jumlah rata- rata siung 15 – 20 siung / umbi. Karena ukurannya yang besar dan bobot yang berat sehingga konsumen lebih menyukai varietas  bawang putih ini.
Umbi bawang putih ini memiliki kulit berwarna putih sedangkan umbinya berwarna kuning, Dengan susunan siung yang tidak teratur. Produktivitasnya mencapai 4-6 ton umbi kering. Termasuk jenis dengan produksi panen yang rendah.

6.    Varietas lokal Bogor
Varietas ini cocok di daerah rendah, memiliki ciri khas berupa umbi yang kekuningan, bentuknya agak lonjong dan tidak terlalu berat, dengan diameter umbi yang mencapai 3 -3,5 cm dan beratnya 8-10 gr per umbi sebanyak 14 – 21 siung per umbinya. Dibandingkan dengan varietas lainnya varietas bogor memiliki prodktivitas yang  lebih tinggi yaitu  sebesar 5-7ton per ha.

KESIMPULAN
Pengenalan Varietas bawang putih sangatlah diperlukan oleh petani agar tidak terjadi kegagalan dalam proses produksi bawang putih. Pemilihan  varietas yang tepat akan menjamin proses budidaya yang optimal dan menghasilkan produksi bawang putih sesuai dengan yang dharapkan.  
Pengembangan bawang putih sangatlah berpeluang besar mengingat  sebaran varietas yang dimilki begitu luas dari mulai varietas yang bisa ditanam  di dataran tinggi sampai dengan varietas yang sangat beradaptasi di daerah dataran rendah.  Walau pun demikian   ada faktor pembatas sehingga produktivitas  petani kita tidak bisa menyaingi dengan bawang putih impor, yang berasal dari areal pertanian sub tropis. Faktor yang tidak bisa kita tiru adalah sinar matahari. Di kawasan sub tropis, sinar matahari bisa bersinar terus sepanjang hari selama 17 jam. Faktor inilah yang menyebabkan umbi bawang putih impor bisa sangat besar. Namun suhu dan kelembapan udara di kawasan sub tropis justru sangat rendah. Dengan panas matahari tinggi, suhu udara dan kelembapan rendah, serta air tanah berlimpah, maka umbi bawang putih akan menggembung sangat besar.

Daftar Pustaka
Nurfita Dewi.SP, 2012. Untung Segunung Bertanam Aneka Bawang.Pustaka Baru Press Jakarta.