MIMILIH
VARIETAS BAWANG PUTIH SESUAI DENGAN
KETINGGIAN TEMPAT
Oleh :
Susilowati,SP.MP
Penyuluh
Pertanian Madya Kabupaten Sukabumi
Pendahuluan
Menanam Bawang putih memiliki
persyaratan yang harus dipenuhi agar pertumbuhan tidak terhambat dan mengalami
kegagalan dalam proses produksi. Persyaratan yang utama adalah pemilihan lokasi
yang tepat sesuai dengan persyaratan tumbuh bawang putih. Seperti memiliki
tanah yang subur dengan lapisan top soil yang cukup, ketersediaan air yang
cukup dan memiliki draenase yang baik. Disamping itu pemilihan varietas bawang
putih harus disesuaikan dengan kondisi lahan yang akan kita tanam apakah ada
ditaran tinggi atau di dataran
rendah. Pemilihan benih yang salah
tentu saja akan mengalami kegagalan dalam berproduksi.
Berdasarkan
Iklim yang dibutuhkan tanaman untuk dapat tumbuh dengan baik bawang putih
dikelompokkan menjadi dua varietas yaitu :
v
Varietas –varietas yang dapat tumbuh di daerah dataran
tinggi dengan iklim sub tropis
v Varietas
–varietas yang mampu beradaptasi atau mampu tumbuh didaerah dataran rendah
Varietas
–Varietas Bawang Putih Yang Mampu Beradaptasi Di Indonesia
Di
Indonesia sendiri bawang putih dapat tumbuh dan menghasilkan umbi , berikut
beberapa varietas bawang putih yang dapat tumbuh sesuai dengan ketinggian
tempat yang diinginkannya :
I. Varietas –varietas yang dapat tumbuh di
daerah dataran tinggi
1.
Varietas Unggul Lumbu Hijau
Lumbu hijau dapat tumbuh pada ketinggian 900 s/d
1100 meter dari permukaan laut, merupakan jenis dari bawang putih yang unggul,
diduga berasal dari malang Jawa timur. Tinggi tanamannya bisa mencapai 63-75
cm. Sedangkan diameter batang semunya berukuran dari 1.0 -1.2 cm. Varietas
lumbu hijau ini tidak dapat berbunga.
Umbinya memiliki banyak siung 6 – 31 buah dengan
rata-rata 15 buah berbentuk bulat seperti telur dengan ujungnya meruncing dn
dasarnya rata.
Panjang siungnya dapat mencapai hingga 2.1 cm dan diameternya
sekitar 1,1 – 1.2 cm. Umbi saling bertumpukan dengan ukuran yang bervariasi.
Aroma sangat tajamdan kuat.
Apabila tumbuh ditanah yang subur dan gembur umbi
lumbu hijau seringkali pecah.
Umur tanaman 112 – 120 hari tetapi apabila
tanahnya subur adan pemeliharaan yang bagus
bawang putih lumbu hijau ini dapat dipanen lebih cepat sekitar 95 – 125
hari. Dengan rata- rata produksi 8 – 10
Ton umbi kering per ha.
Lumbu Hijau ini tidak tahan terhadap jamur Alternaria sp
2.
Varietas Unggul Lumbu Kuning
Lumbu
Kuning juga berasal dari malang Jawa Timur. Dapat tumbuh baik pada ketinggian
600 – 900 m dpl.
Lumbu
kuning mempunyai ukuran tanaman, umbi dan siung yang lebih kecil dari Lumbu
Hijau. Tinggi tanamannya mencapai 57-59 cm dengan diameter batang semunya 0.9
s/d 1.1 cm. Tiap umbinya memiliki 14 – 17 buah siung. Panjang siungnya 2.0 -2.1
cm. lebarnya 1.04 – 1.10 cm.
Umur
tanaman lumbu kuning 85 – 100 hari dan paling lama 105 – 116 hari. Dengan
umurya yang relatif pendek lumbu kuning dapat ditanam dua kali dalam jangka
waktu setahun.
Produksi
panen sekitar 6-8 ton umbi kering per hektar.
Lumbu
kuning ini juga peka terhadap jamur Alternaria
sp
3.
Varietas Kateng ( Cina)
Varietas
ini berasal dari Cina , dapat tumbuh di
tinggian sampai dengan 1.100 mdpl. Produktivitasnya rendah sekitar 1.4 ton umbi
kering per ha dengan masa panen cukup panjang sekitar 6 bulan.
4. Varietas Tawangmangu Baru
Varietas Tawamangu baru berasal dari
Tawangmangu, Karanganyar. Bawang putih jenis ini baik ditanam pada tanah berstruktur remah
dengan ketinggian tempat minimal 1.000 meter di atas permukaan laut
Tinggi tanaman 60-80 cm, diameter batang
semu 0,8-1,2 cm, Bentuk daun pipih, warna daun hijau kebiru-biruan . Bentuk
umbi bulat telur, ujung meruncing dan dasar tidak rata. Warna umbi putih,
jumlah umbi persiung 12-16 buah, Aroma kuat. Umur panen 120-140 hst. Potensi
hasil 8-12 ton umbi kering/ha
agak tahan terhadap Altenaria sp., peka
terhadap Thrips, Nematoda, dan Pyrenospora
II. Varietas –varietas yang mampu beradaptasi
atau mampu tumbuh didaerah dataran rendah
1.
Varietas unggul Lumbu Putih (Suren)
Varietas Lumbu Putih dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian
6 -200 mdpl. Lumbu putih ini banyak dikembangkan oleh petani di Jogyakarta. Dan
termasuk jenis varietas unggul untuk dataran rendah. Kehebatan dari lumbu putih
ini memiliki umbi putih sekitar 7 gr, berdiameter 3,5 -6.0 cm, panjang lumbu
putih sekitar 2,6-4.0 cm dan siung 15-20 siung perumbinya. Lumbu putih memiliki
karateristik umbi berwarna putih sesuai dengan namanya dan garis-garis ungu
yang tidak merata diujungnya. Dan warna
siungnya agak putih krem.
Varietas Lumbu putih ini memiliki daun tegak dan sempit yaitu
kurang dari 1 cm dan berwarna keabuan.
Produktivitasnya mencapai 4-7 ton / ha. Serta umur panennya sekitar 100 – 110
perhari. Jika dipanen pada musim panas maka dapat dipanen pada umur 85 hari.
2.
Varietas Ilocos
Bawang putih Varietas Ilocos berasal dari
Filipina dan juga termasuk jenis bawang putih daerah dataran rendah. Di
Indonesia sendiri pernah di coba ditanam dan setah dua tahun hasil umbinya
menjadi semakin membesar. Ilocos mempunyai karakter fisik seperti bawang putih
lumbu kuning.
3.
Varietas lokal Jatibarang
Varietas lokal jatibarang ini banyak dikembangkan didaerah
brebes Jawa Tengah. Warna dari varietas lokal ini adalah kekuningan dengan
kulit luar berwarna putih. Ukuran
umbinya cukup kecil yaitu dengan diameter 3,5 cm. Berat mencapai 10 -13 gr per
umbi. Produksi rata-rata dari varietas ini adalah 3 – 3,5 ton per ha.
4.
Varietas Lumbu Kayu
Bawang putih varietas ini memiliki siung dengan ukuran yang
sedang, berdaun kaku dan berwarna hijau tua dan tahan terhadap berbagai
penyakit. Lumbu Kayu dapat dipanen pada umur 100 hari dan memiliki produksi yang sedang.
5.
Varietas lokal Sanur ( Bali)
Varietas ini mempunyai daya adaptasi yang tinggi terutama di
dataran rendah, varietas ini banyak dikembangkan di Denpasar Bali. Umbinya
besar berdiameter sekitar 3.5 – 4 cm, beratnya 10 – 13 g / umbi dengan jumlah
rata- rata siung 15 – 20 siung / umbi. Karena ukurannya yang besar dan bobot
yang berat sehingga konsumen lebih menyukai varietas bawang putih ini.
Umbi bawang putih ini memiliki kulit berwarna putih sedangkan
umbinya berwarna kuning, Dengan susunan siung yang tidak teratur.
Produktivitasnya mencapai 4-6 ton umbi kering. Termasuk jenis dengan produksi
panen yang rendah.
6.
Varietas lokal Bogor
Varietas
ini cocok di daerah rendah, memiliki ciri khas berupa umbi yang kekuningan,
bentuknya agak lonjong dan tidak terlalu berat, dengan diameter umbi yang
mencapai 3 -3,5 cm dan beratnya 8-10 gr per umbi sebanyak 14 – 21 siung per
umbinya. Dibandingkan dengan varietas lainnya varietas bogor memiliki
prodktivitas yang lebih tinggi
yaitu sebesar 5-7ton per ha.
KESIMPULAN
Pengenalan
Varietas bawang putih sangatlah diperlukan oleh petani agar tidak terjadi
kegagalan dalam proses produksi bawang putih. Pemilihan varietas yang tepat akan menjamin proses
budidaya yang optimal dan menghasilkan produksi bawang putih sesuai dengan yang
dharapkan.
Pengembangan
bawang putih sangatlah berpeluang besar mengingat sebaran varietas yang dimilki begitu luas
dari mulai varietas yang bisa ditanam di
dataran tinggi sampai dengan varietas yang sangat beradaptasi di daerah dataran
rendah. Walau pun demikian ada faktor pembatas sehingga produktivitas petani kita tidak bisa menyaingi dengan
bawang putih impor, yang berasal dari areal pertanian sub tropis. Faktor yang
tidak bisa kita tiru adalah sinar matahari. Di kawasan sub tropis, sinar
matahari bisa bersinar terus sepanjang hari selama 17 jam. Faktor inilah yang
menyebabkan umbi bawang putih impor bisa sangat besar. Namun suhu dan
kelembapan udara di kawasan sub tropis justru sangat rendah. Dengan panas
matahari tinggi, suhu udara dan kelembapan rendah, serta air tanah berlimpah,
maka umbi bawang putih akan menggembung sangat besar.
Daftar Pustaka
Nurfita Dewi.SP, 2012. Untung Segunung Bertanam Aneka Bawang.Pustaka Baru Press Jakarta.